Sultan Kualuh Tinjau Kawasan Industri Dan Pelabuhan Kuala Tanjung



Sultan Kualuh-Leidong, DYMM Tengku Zainoel Abidin Alhajj, Datuk Sri Prof.DR.Djohar Arifin Husin, Datuk Ismail Tanjung bersama sejumlah tim pendamping, meninjau kawasan industri dan pelabuhan internasional di Kualatanjung. Kunjungan itu, dimaksudkan guna melihat dari dekat kondisi wilayah pesisir Negeri Tanjung yang merupakan salah satu titik strategis dalam pengembangan pereknonomian nasional.

Sultan, dalam momentum itu, mengungkapkan pentingnya masyarakat Melayu Tanjung, untuk mengambil peranan signifikan dalam tren perkembangan yang terjadi di daerah yang berhadapan dengan Selat Malaka tersebut. Paling tidak, menurut Tengku Zainoel Abidin, warga tempatan dapat mengisi sejumlah peluang kerja potensial yang tersedia.

Untuk itu, papar Sultan, perlu untuk membina hubungan konstruktif, yang mengikutsertakan pihak korporasi, masyarakat dan pemerintah. 

Dengan cara tersebut, diharapkan terjadi proses saling mengisi. Sehingga kepentingan masing-masing pihak dapat terpenuhi seutuhnya. Semua itu, pada gilirannya akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan warga tempatan.


Sehubungan dengan itu, Datuk Sri Prof.Djohar Arifin Husin menyebut, partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi Melayu yang ada, akan terbuka lebih luas dengan mengimbanginya dengan kemampuan skill dan pengetahuan yang dibutuhkan dunia industri. Semuanya, akan dapat terjawab, antara lain melalui jalur pendidikan, baik formal maupun informal.

Pendidikan yang baik, merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. Itu, menurut dia, akan membuat anak Melayu menjadi tidak kehilangan daya saing dengan sumberdaya manusia yang berasal dari luar daerah yang kemungkinan memilki strata edukasi yang lebih tinggi.

Datuk Ismail Tanjung, memaparkan, kunjungan Sultan Kualuh bersama rombongan ke kawasan industri dan pelabuhan di Kuala Tanjung (4/1) merupakan sesuatu yang sangat berharga. Paling tidak, hal itu dapat menjadi dorongan bagi kekuatan moral masyarakat Negeri Tanjung dalam membangun daerah. Kunjungan, dijelaskannya  merupakan bagian dari aktivitas lawatan sultan menjenguk keberadaan masyarakat adat dan wilayah Negeri Tanjung. 

Lawatan Sultan,  tuturnya, juga sejalan dengan suksesnya gelaran pemberian gelar kehormatan Melayu kepada Majelis Adat Negeri Tanjung oleh Pemangku Adat Kesultanan Kualuh-Leidong yang dilaksanakan di Medan 23 November lalu.****k.i.tanjong.

Lebih baru Lebih lama